Tingkatkan Perlindungan Nasabah, BRI Unit Kutorejo Gencarkan Edukasi Anti Penipuan Digital.
Mojokerto – KMP || Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kutorejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, terus melakukan penguatan sistem keamanan transaksi dengan menitikberatkan pada edukasi nasabah agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perbankan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen BRI dalam melindungi data dan kenyamanan nasabah. Selasa (3/2/2026).
Pantauan tim media di kantor BRI Unit Kutorejo, Senin (2/2/2026), menunjukkan adanya pemasangan sejumlah media informasi berupa poster dan imbauan resmi yang mudah dibaca nasabah.

Informasi tersebut berisi peringatan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap pesan singkat, sambungan telepon, maupun tautan mencurigakan yang mengaku berasal dari pihak BRI.
Selain itu, pihak bank juga menampilkan informasi resmi terkait saluran layanan dan nomor kontak BRI yang valid. Hal ini bertujuan agar nasabah dapat dengan mudah melakukan klarifikasi apabila menerima informasi yang dirasa mencurigakan atau tidak jelas sumbernya.
Salah satu nasabah asal Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, mengungkapkan bahwa upaya edukasi yang dilakukan BRI membuatnya merasa lebih aman saat melakukan transaksi perbankan. Menurutnya, penjelasan mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi sangat membantu masyarakat awam.
“Kami selalu diingatkan supaya tidak memberikan PIN, OTP, atau data apa pun kepada orang lain. Dengan adanya informasi seperti ini, kami jadi lebih tenang dan tidak mudah percaya dengan pesan yang tidak jelas,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Gunawan, nasabah asal Desa Sanggrahan. Ia menilai keberadaan poster dan penjelasan langsung dari petugas bank sangat penting di tengah maraknya penipuan digital yang kini semakin beragam.
“Sekarang ini banyak sekali penipuan lewat WhatsApp dan telepon. Di sini dijelaskan mana yang resmi dari BRI dan mana yang patut dicurigai. Jadi nasabah tidak gampang panik,” ujarnya.
Sementara itu, Supervisor BRI Unit Kutorejo, Eko, menegaskan bahwa keamanan transaksi dan perlindungan data nasabah merupakan prioritas utama. Ia menyebutkan bahwa pihaknya secara rutin memberikan imbauan kepada nasabah agar selalu berhati-hati dalam menerima informasi digital.
“Kami terus mengingatkan nasabah agar tidak membagikan PIN, OTP, maupun kode keamanan lainnya. Jika ada informasi mencurigakan, segera lakukan konfirmasi melalui saluran resmi BRI,” tegas Eko.
Dengan edukasi yang berkelanjutan dan langkah preventif tersebut, BRI Unit Kutorejo berharap kesadaran masyarakat terhadap keamanan data pribadi semakin meningkat, sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan yang aman dan profesional.
Jurnalis Johanes

