Perayaan Imlek 2577 NSA Surabaya: Budaya Tiongkok dan Indonesia Bersatu dalam Kuliner dan Seni
Surabaya – Koran Merah Putih National Star Academy (NSA) Surabaya meramaikan Tahun Baru Imlek 2577 dengan perayaan yang penuh makna pada Selasa (3/2/2026). Acara yang diselenggarakan di kompleks sekolah tidak hanya menjadi ajang merayakan tradisi, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran lintas budaya yang menghubungkan siswa dari berbagai latar belakang melalui sajian kuliner dan ragam pertunjukan seni.

Perayaan dibuka dengan penyajian dua hidangan khas yang sarat simbolisme: dumpling (jiaozi) dan ronde. Dalam tradisi Tiongkok, dumpling melambangkan keberuntungan dan kelimpahan, sedangkan ronde menjadi perwujudan kehangatan keluarga serta kebersamaan yang utuh. Di negara asalnya, ronde biasanya disantap dua kali setahun – sekitar tanggal 20 Desember sebagai tanda dimulainya musim dingin, dan 15 hari setelah hari raya Imlek. Kedua hidangan tersebut tidak hanya mempertahankan esensi budaya Tiongkok, tetapi juga mencerminkan proses akulturasi yang telah menjadikannya bagian dari khazanah kuliner Indonesia yang kaya.
Setelah sesi menikmati kuliner, rangkaian pertunjukan seni pun digelar secara berurutan. Aksi wushu dengan gerakan yang menggabungkan kekuatan dan keluwesan membuka babak pertunjukan, yang mencerminkan nilai disiplin dan ketangguhan. Berikutnya, tampil tari modern yang penuh energi yang menghadirkan sinergi antara tradisi kuno dan ekspresi kreatif generasi muda saat ini.
Suasana menjadi lebih mendalam dan syahdu dengan kolaborasi musik yang menghadirkan paduan instrumen tradisional Tiongkok seperti guzheng dan yangqin, yang dipadukan dengan biola serta vokal siswa SMP dan SMA. Penampilan ini diperankan oleh Vanessa Jolin (Kelas 12), San San (Kelas 12), Reinhart (Kelas 7), Nikita (Kelas 7), dan Maegan (Kelas 8). Meskipun hanya memiliki waktu latihan selama satu hari, San San menyampaikan bahwa penampilan mereka berhasil menarik perhatian dan mendapatkan apresiasi hangat dari seluruh penonton.
Kemeriahan perayaan mencapai puncaknya dengan pertunjukan barongsai yang digerakkan dengan gesit dan lincah, diiringi irama tambur yang menggema meriah. Para siswa dari jenjang preschool hingga SMA menunjukkan antusiasme yang tinggi saat berpartisipasi dalam aktivitas memasukkan angpao ke dalam mulut barongsai – sebuah momen yang menyimpan nilai-nilai kerja sama, keberanian, serta penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Melalui seluruh rangkaian acara, siswa dari berbagai latar belakang budaya diajak untuk saling menghargai, menikmati perbedaan, dan merayakannya dengan rasa kegembiraan dan rasa ingin tahu. Sebagai sekolah SPK, NSA menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya siap bersaing di kancah global, tetapi juga memiliki kemampuan untuk hidup berdampingan dalam masyarakat multikultural dengan nilai toleransi dan kemanusiaan yang kuat.
Acara ditutup dengan bazar yang menghadirkan beragam kuliner khas Nusantara dan Tiongkok, dengan harapan bahwa semangat kebersamaan dan kelancaran yang terbangun selama perayaan Imlek 2577 ini dapat terus berkembang dan terjaga dengan baik di tahun-tahun mendatang.(DN)

