Kolaborasi Jatim-Business Sweden, Siap Revolusi Pendidikan dengan Pembelajaran Berbasis AI
Surabaya – Koran Merah Putih Provinsi Jawa Timur menggencarkan langkah transformasi pendidikan digital dengan menjalin kerja sama dengan Tim Efekta dari Business Sweden. Pertemuan resmi antara pihak Dinas Pendidikan Jatim dan tim tersebut berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Surabaya, pada hari Rabu (11/2), dengan fokus utama mengembangkan solusi pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian strategis dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan digital di Jatim. Menurutnya, pertemuan ini tidak hanya membahas teknologi semata, melainkan bagaimana mengintegrasikan inovasi global ke dalam sistem pendidikan lokal.
“Transformasi digital pendidikan bukan hanya tentang memiliki perangkat teknologi, melainkan bagaimana kita mengubah cara belajar dan mengajar secara menyeluruh. Kolaborasi dengan pihak luar negeri seperti Business Sweden memungkinkan kita mengadopsi praktik terbaik dunia untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif,” jelas Aries dalam kesempatan tersebut.
Diskusi yang berjalan produktif memusatkan perhatian pada pengembangan model pembelajaran adaptif berbasis AI. Model ini dirancang untuk menyesuaikan konten pembelajaran, metode pengajaran, dan kecepatan proses belajar sesuai dengan profil kemampuan dan kebutuhan setiap peserta didik, baik yang berada di kawasan perkotaan maupun daerah terpencil yang sering menghadapi tantangan keterbatasan akses dan sumber daya.
Tim Efekta juga memaparkan berbagai inovasi teknologi pendidikan yang telah terbukti efektif di beberapa negara. Di antaranya adalah penerapan AI untuk menganalisis capaian belajar siswa secara real-time, menyusun materi ajar yang dipersonalisasi, serta membangun sistem pendukung keputusan yang membantu guru dan pengelola sekolah dalam merencanakan program pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
Selain membahas kerangka kerja sama, kedua pihak juga sepakat untuk menyusun pilot project yang akan diimplementasikan di beberapa satuan pendidikan terpilih di Jatim. Program percontohan ini bertujuan untuk menguji dan menyempurnakan solusi yang dikembangkan sebelum dilakukan penyebaran secara luas, dengan pendekatan yang bertahap, dapat diukur dampaknya, dan berkelanjutan.
Diketahui bahwa upaya transformasi pendidikan digital Jatim tidak hanya terbatas pada kerja sama ini. Sebelumnya, pada September 2025, Dinas Pendidikan Jatim telah menggelar program “AI Goes to School” yang memberikan pelatihan literasi AI bagi ratusan guru SMA dan SMK di seluruh provinsi. Selain itu, pemerintah provinsi juga telah mendistribusikan smart digital screen dan meningkatkan akses internet cepat ke berbagai sekolah, terutama di daerah-daerah yang kurang terjangkau.
Sementara itu, latar belakang Swedia dalam pengembangan AI di sektor pendidikan juga menjadi nilai tambah bagi kolaborasi ini. Negara tersebut memiliki agenda nasional yang terstruktur untuk mengintegrasikan AI ke dalam sistem pendidikan, dengan alokasi anggaran besar untuk penelitian dan pengembangan, serta program pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi AI di kalangan pendidik dan mahasiswa.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan mengadopsi teknologi terkini dalam dunia pendidikan. Tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jawa Timur melalui pendidikan yang merata, sesuai perkembangan zaman, dan mampu bersaing di tingkat global.(DN)

