Kunjungan Kerja Komisi XIII DPR RI ke Jatim: Pemasyarakatan Siap Transformasi Usai Evaluasi Tata Kelola
SURABAYA (29 Januari 2026) – KORAN MERAH PUTIH Panitia Kerja (Panja) Pemasyarakatan Komisi XIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur untuk mengevaluasi penyelenggaraan pemasyarakatan, mencakup aspek keamanan, sumber daya manusia, dan tata kelola. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Novotel Samator Surabaya dipimpin langsung oleh Ketua Panja Andreas Hugo Pareira, dengan kehadiran Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur Kadiyono, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik Eko Widiatmoko, serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur.
Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran riil dan terverifikasi mengenai kondisi pemasyarakatan di wilayah yang memiliki tingkat hunian dan kompleksitas tinggi. Fokus evaluasi ditempatkan pada tiga bagian utama, yaitu penguatan keamanan dan ketertiban di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) serta Rumah Tahanan Negara (Rutan), peningkatan integritas aparatur, dan pemenuhan hak-hak dasar warga binaan guna membangun sistem pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan.
Andreas Hugo Pareira menegaskan peran strategis pemasyarakatan dalam sistem peradilan pidana nasional. Menurutnya, Jawa Timur sebagai wilayah dengan dinamika tinggi dapat dijadikan rujukan dalam pembuatan kebijakan pemasyarakatan nasional, terutama dalam mengimbangi aspek keamanan, penegakan hukum, dan pembinaan warga binaan. Selain itu, Panja juga meninjau kesiapan pemasyarakatan Jatim menghadapi implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru, termasuk penguatan peran Balai Pemasyarakatan (Bapas), pengembangan pidana non-pemenjaraan, serta kesiapan SDM dan sarana prasarana.
Kadiyono menyambut baik kunyono menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk sinergi legislatif dan eksekutif. Ia menegaskan komitmen jajaran pemasyarakatan Jatim untuk terus melakukan pembenahan tata kelola, meningkatkan kualitas SDM, memanfaatkan teknologi secara maksimal, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Pemasyarakatan Jawa Timur siap bertransformasi menuju sistem yang aman, profesional, humanis, dan berkeadilan,” ucapnya tegas.
Sementara itu, Eko Widiatmoko menyatakan bahwa evaluasi ini menjadi momentum penting untuk perbaikan berkelanjutan. “Rutan Gresik siap mendukung penuh kebijakan nasional dan arah transformasi pemasyarakatan dengan memperkuat sistem keamanan, meningkatkan kapasitas SDM, serta memastikan pelayanan dan pemenuhan hak warga binaan berjalan optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.(DN)

