Perencanaan Anggaran DIPA 2026 Disusun Matang, Kanwil BPN Jatim Fokus pada Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Publik

Img 20260120 wa0128

SURABAYA, JAWA TIMURKORAN MERAH PUTIH Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi Bedah Anggaran DIPA Tahun Anggaran 2026 pada Selasa (20/01/2026), bertempat di Ruang Rapat Utama Kanwil BPN Jatim. Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Tata Usaha Yetty Nurbuati Krystianti, dengan tujuan memastikan bahwa setiap alokasi anggaran dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan yang menjangkau seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur.

Rapat dihadiri oleh perwakilan dari semua bidang kerja yang ada di Kanwil BPN Jatim, sebagai langkah konkrit untuk menyelaraskan perencanaan anggaran dengan target kinerja organisasi serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang seiring waktu. Proses bedah DIPA kali ini tidak dipandang sebagai rutinitas administratif semata, melainkan dijadikan tahapan evaluatif mendalam yang dirancang untuk memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran mulai dari tahap perencanaan awal hingga pelaksanaan akhir.

Dalam sambutan pembukaannya, Yetty Nurbuati Krystianti menegaskan bahwa kegiatan bedah DIPA memiliki nilai strategis yang sangat krusial karena berfungsi sebagai instrumen utama dalam pengendalian mutu pengelolaan anggaran. Proses ini mencakup seluruh siklus manajemen anggaran secara menyeluruh – mulai dari tahap penyusunan rencana program dan kegiatan, pelaksanaan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, hingga tahap pengukuran serta evaluasi hasil kinerja untuk mengetahui dampak yang dihasilkan.

“Timeline kegiatan yang kita susun bersama pada kesempatan ini bukan sekadar daftar jadwal pelaksanaan, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari akuntabilitas perencanaan kita sebagai lembaga publik. Dokumen ini akan menjadi dasar utama untuk mengevaluasi pelaksanaan anggaran di masa mendatang, sekaligus menjadi rujukan yang jelas dan terukur bagi aparat pengawasan internal maupun pemeriksa eksternal dalam melakukan tugasnya,” tegas Yetty dengan tegas.

Sementara itu, Kepala Subbagian Keuangan dan Barang Milik Negara Syarivah Eviana menjelaskan bahwa bedah anggaran DIPA Tahun 2026 menjadi fondasi yang kokoh dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan kerja selama satu tahun ke depan. Menurutnya, penelaahan yang dilakukan secara detail dan kritis terhadap setiap item anggaran serta rencana kerja yang terkait akan membantu meminimalkan berbagai kendala administratif yang berpotensi muncul pada tahap pelaksanaan nantinya.

“Melalui rapat koordinasi yang komprehensif ini, kita bersama-sama memastikan bahwa setiap aspek perencanaan telah melalui kajian yang matang, mendalam, dan komprehensif. Dengan demikian, ketika memasuki periode pelaksanaan Tahun Anggaran 2026, kita tidak akan menghadapi hambatan-hambatan yang berhubungan dengan kelengkapan administrasi maupun kelayakan teknis program, sehingga target kinerja yang telah ditetapkan hingga akhir tahun dapat tercapai dengan hasil yang optimal,” ujarnya.

Senada dengan pendapat tersebut, Kepala Subbagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan Arief Wibowo menekankan bahwa proses bedah DIPA menjadi momentum penting untuk menyelaraskan seluruh rencana kerja dengan target strategis nasional dalam bidang pertanahan serta kebutuhan aktual pelayanan masyarakat di wilayah Jawa Timur yang memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar.

“Kita sebagai lembaga pelayanan publik berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap program dan kegiatan yang direncanakan serta dialokasikan anggarannya tidak hanya dapat dipertanggungjawabkan secara finansial, tetapi juga benar-benar mampu menjawab kebutuhan pelayanan pertanahan yang dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah di Jawa Timur. Ini menjadi bagian penting dari upaya kita untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pertanahan, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat yang nyata bagi kemajuan daerah dan negara,” ungkap Arief.

Melalui kegiatan Bedah Anggaran DIPA Tahun 2026 ini, Kanwil BPN Jawa Timur berharap dapat membangun kesepahaman yang kuat dan komitmen yang solid di antara seluruh bidang kerja dalam organisasi. Beberapa target utama yang ingin dicapai melalui kegiatan ini antara lain tercapainya hasil penelaahan anggaran secara mendalam dan menyeluruh dengan memperhatikan aspek kebutuhan, efisiensi, dan efektivitas; tersusunnya berita acara bedah DIPA yang jelas, terstruktur, dan komprehensif sebagai acuan pelaksanaan; serta dibuatnya komitmen tertulis dari setiap bidang untuk melaksanakan seluruh kegiatan dalam Tahun Anggaran 2026 secara tepat waktu, akuntabel, transparan, dan dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pelayanan publik bagi seluruh masyarakat Provinsi Jawa Timur.(DN)

Leave a Reply