Kemenkeu Jawa Timur Rayakan Hari Pahlawan 2025: Teguhkan Semangat Integritas, Inovasi, dan Pengabdian untuk Negeri

Inshot 20251110 172712031

Surabaya, 10 November 2025Koran Merah Putih Dalam memperingati Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025, Kementerian Keuangan Jawa Timur menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan yang berlangsung penuh khidmat di halaman Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur I, Surabaya.

Oplus 131072

Upacara diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai dari berbagai unit vertikal Kementerian Keuangan di Jawa Timur. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur I Untung Basuki memimpin jalannya kegiatan dengan penuh semangat dan keteladanan.

Kegiatan ini bukan hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi momentum reflektif bagi seluruh jajaran aparatur fiskal untuk memperkuat komitmen terhadap nilai integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan negara.

Kepahlawanan dalam Tugas Fiskal: Dari Medan Perang ke Ruang Pengabdian

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara membacakan Pidato Menteri Keuangan Republik Indonesia, yang menekankan bahwa semangat kepahlawanan tidak berhenti di masa lalu. Kini, semangat itu hidup dalam setiap aparatur Kementerian Keuangan yang berjuang melalui tugas-tugas pengelolaan fiskal demi menjaga stabilitas dan keadilan ekonomi nasional.

“Semangat kepahlawanan harus hadir dalam tugas sehari-hari sebagai pengelola keuangan negara. Perjuangan kita hari ini bukan di medan tempur, tetapi di ruang pengabdian — melalui tanggung jawab merancang dan melaksanakan APBN, mengumpulkan penerimaan, menyalurkan belanja, mengelola pembiayaan serta kekayaan negara, dan menjaga kepercayaan publik,” ujar Untung Basuki saat membacakan amanat Menteri Keuangan.

Beliau menambahkan bahwa di era modern ini, perjuangan aparatur fiskal diwujudkan dalam kerja keras, dedikasi, dan profesionalitas, dengan satu tujuan utama — menghadirkan keuangan negara yang adil, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Tiga Nilai Pahlawan Sebagai Fondasi Pengelola Keuangan Negara

Pidato Menteri Keuangan juga menekankan bahwa keteladanan para pahlawan dapat diterapkan dalam tiga nilai utama yang menjadi arah kerja seluruh pegawai Kemenkeu:

1. Integritas dan Akuntabilitas — Menjaga kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas, membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.

2. Pelayanan dan Kehadiran Negara — Menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kebijakan fiskal yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

3. Inovasi dan Kolaborasi — Mendorong ide-ide baru dan kerja sama lintas sektor untuk memperkuat efektivitas dan efisiensi tata kelola keuangan publik.

“Semangat kepahlawanan adalah keberanian dan ketulusan untuk berkorban. Di Kementerian Keuangan, alat perjuangan kita adalah kepercayaan publik — yang dibangun melalui kerja yang berkualitas dan perilaku yang berintegritas,” tegas Untung Basuki.

Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman yang harus terus dihidupkan oleh seluruh insan Kementerian Keuangan Jawa Timur, agar setiap kebijakan dan keputusan fiskal benar-benar mencerminkan semangat pengabdian kepada bangsa.

Dari Pertempuran Surabaya ke Tantangan Fiskal Masa Kini

Momentum Pertempuran Surabaya 10 November 1945 dijadikan refleksi penting dalam amanat tersebut. Semangat keberanian dan persatuan yang ditunjukkan para pahlawan kala itu dinilai masih relevan dalam menghadapi tantangan fiskal di era modern.

Keberanian mengambil keputusan yang tepat, serta persatuan dalam pelaksanaan kebijakan fiskal, menjadi kunci bagi terwujudnya APBN yang bermanfaat, adaptif, dan memberi kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Sebagaimana para pahlawan berjuang tanpa pamrih, kita pun harus berani berjuang menjaga kredibilitas fiskal, menegakkan disiplin anggaran, dan memastikan setiap rupiah APBN memberi nilai tambah bagi rakyat,” disampaikan dalam amanat tersebut.

Dengan semangat itu, Kemenkeu Jawa Timur diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keuangan negara agar tetap kokoh, transparan, dan berorientasi pada kemajuan bangsa.

Meneladani Pahlawan Melalui Karya Nyata dan Integritas

Upacara ini menjadi momen reflektif untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian para pegawai Kemenkeu. Dalam penutup amanat, Menteri Keuangan mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan integritas sebagai identitas, pelayanan sebagai kebanggaan, dan inovasi sebagai kebiasaan.

“Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan melalui karya nyata — penerimaan yang kuat dan adil, belanja yang efektif, pembiayaan yang hati-hati, dan tata kelola yang transparan.”

Pesan tersebut menggugah seluruh peserta upacara bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dengan senjata, tetapi dengan kerja keras, kejujuran, dan dedikasi dalam mengelola keuangan negara.

Dari Semangat Pahlawan Menuju Pengabdian Fiskal Berkelanjutan

Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 di lingkungan Kementerian Keuangan Jawa Timur menjadi simbol kuat bahwa nilai-nilai perjuangan harus terus dihidupkan dalam tugas-tugas fiskal.

Kemenkeu Jawa Timur menegaskan tekadnya untuk menjadi “pahlawan pengelola keuangan negara” — berjuang melalui kebijakan yang adil, pelayanan publik yang berkualitas, serta tata kelola yang bersih dan berintegritas.

Dengan semangat “Mengabdi untuk Negeri, Berjuang dengan Integritas,” seluruh jajaran Kementerian Keuangan Jawa Timur siap melanjutkan estafet perjuangan para pahlawan menuju Indonesia yang berdaulat secara ekonomi, berkeadilan sosial, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.(DN)

Leave a Reply