Rutan Kelas IIB Gresik Gandeng Peserta Magang, Program Literasi Dasar Dorong Warga Binaan Siap Berintegrasi dengan Masyarakat

Img 20260209 wa0110

GRESIKKORAN MERAH PUTIH Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, melaksanakan program peningkatan literasi dasar berkelanjutan untuk pembinaan kepribadian warga binaan. Kegiatan pendampingan membaca dan menulis yang melibatkan peserta magang dihelat pada Senin (9/2/2026) di Aula Rutan Gresik.

Program ini ditujukan khusus bagi warga binaan yang masih menghadapi keterbatasan kemampuan membaca dan menulis. Pelaksanaannya dirancang secara terstruktur dengan metode pembelajaran sederhana, bertahap, dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing peserta, memastikan materi dapat dipahami secara optimal tanpa menciptakan kesenjangan dalam proses belajar.

Dalam pelaksanaannya, para peserta magang berperan sebagai fasilitator dan pendamping belajar yang aktif. Mereka membimbing warga binaan mulai dari tahap dasar pengenalan huruf dan angka, membaca kalimat sederhana, berhitung dasar, hingga melatih kemampuan menulis secara mandiri. Pendekatan pembelajaran yang personal dan penuh humanis diharapkan tidak hanya meningkatkan minat belajar, tetapi juga membangun rasa percaya diri pada setiap peserta.

Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, menjelaskan bahwa program literasi dasar merupakan bagian integral dari pembinaan kepribadian berkesinambungan. Menurutnya, kemampuan membaca dan menulis menjadi fondasi utama untuk membantu warga binaan mengembangkan potensi diri selama menjalani masa pidana.

“Literasi dasar adalah bekal yang sangat penting bagi warga binaan. Melalui program ini, kami ingin memastikan setiap warga binaan memiliki kemampuan membaca dan menulis sebagai modal untuk memahami pengetahuan, meningkatkan kualitas diri, serta mempersiapkan diri saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Eko Widiatmoko.

Selanjutnya, Eko mengapresiasi kontribusi nyata dari peserta magang dalam mendukung proses pembinaan di Rutan Gresik. Kolaborasi antara Rutan dan peserta magang tidak hanya memperlancar pelaksanaan program, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, komunikatif, dan penuh empati.

“Kehadiran peserta magang memberikan energi positif dalam kegiatan pembinaan. Mereka tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga membangun komunikasi dan kedekatan emosional dengan warga binaan, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan bermakna,” tambahnya.

Selain meningkatkan kemampuan literasi, program ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mengevaluasi tingkat pemahaman warga binaan terhadap materi yang diberikan. Hasil yang diperoleh akan digunakan sebagai bahan evaluasi berkelanjutan untuk menyempurnakan program pembinaan kepribadian di Rutan Gresik.

Ke depan, Rutan Kelas IIB Gresik berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas program pembinaan serupa sebagai bagian dari upaya menciptakan warga binaan yang lebih mandiri, memiliki pengetahuan memadai, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat. Program literasi dasar ini diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang, baik bagi perkembangan diri warga binaan maupun lingkungan sosial tempat mereka akan kembali nantinya.(DN)

Leave a Reply