Mujahadah Kubro Puncaki Harlah NU ke-100 di Malang, Ratusan Ribu Jamaah Bareng Ulama dan Pemerintah

Oplus 131072

MalangKoran Merah Putih Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) mencapai titik puncak dengan pelaksanaan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Minggu (8/2). Perhelatan bersejarah ini menghadirkan lebih dari ratusan ribu jamaah dari seluruh Indonesia, sekaligus menjadi wadah pemersatu berbagai elemen bangsa mulai dari ulama, umaro (masyarakat), hingga pemerintah. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, turut hadir untuk menyaksikan dan merasakan suasana khidmat kegiatan tersebut.

Oplus 131072

Antusiasme masyarakat terhadap Mujahadah Kubro terlihat sangat luar biasa sejak menjelang hari H. Data dari panitia mencatat jumlah peserta yang terdaftar mencapai lebih dari 104.000 orang, dan pada saat pelaksanaan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 105.000 jamaah. Kedatangan ribuan kendaraan, termasuk lebih dari seribu unit bus yang mengangkut jamaah dari berbagai wilayah di tanah air, membuat Kota Malang terlihat ramai dan menjadi bukti nyata akan besarnya daya tarik spiritual serta nilai kebangsaan yang terkandung dalam kegiatan ini.

Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi sorotan utama dalam perhelatan ini dan menjadi simbol sinergi yang kuat antara pemerintah dengan komunitas NU. Momentum bersejarah ini diartikan sebagai bentuk penegasan komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan, memperkuat persatuan dan kesatuan nasional, serta membangun semangat optimisme kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan dihadapi bangsa ke depannya.

Aries Agung Paewai menyampaikan apresiasi mendalam atas pelaksanaan kegiatan berskala nasional ini yang berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Menurutnya, Mujahadah Kubro tidak hanya berperan sebagai wadah untuk penguatan spiritual bagi seluruh warga NU, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pemersatu bangsa yang mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama, kebersamaan, serta cinta tanah air.

“Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Harlah ke-100 NU ini menunjukkan betapa besar kontribusi Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kehadiran pemerintah bersama ulama dan masyarakat memberikan pesan yang sangat kuat bahwa Indonesia dibangun atas dasar prinsip kebersamaan dan nilai-nilai luhur bangsa,” ungkap Aries di tengah suasana khidmat yang terpancar dari setiap peserta.

Rangkaian doa dan munajat yang dipanjatkan secara bersama-sama dalam Mujahadah Kubro diharapkan menjadi ikhtiar batin untuk meraih keselamatan bagi bangsa Indonesia, kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan nasional yang merata. Peringatan satu abad NU ini juga sekaligus menegaskan konsistensi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dalam merawat tradisi luhur bangsa, memperkuat ajaran Islam yang konseptual sebagai rahmatan lil ‘alamin, serta tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan suksesnya pelaksanaan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama telah mencatat nama dalam sejarah sebagai momen penting yang tidak hanya sarat akan makna spiritual, tetapi juga mampu memperkokoh ikatan persaudaraan antarumat beragama, semangat kebangsaan yang kokoh, serta nilai gotong royong yang menjadi pijakan utama kekuatan bangsa Indonesia.(DN)

Leave a Reply