Gotong Royong Bersihkan Stadion Gajayana, Kadisdik Jatim dan Insan Pendidikan Malang Raya Tanggapi Pasca Harlah NU ke-100

Oplus 131072

MalangKoran Merah Putih Sebagai bentuk tanggapan pasca pelaksanaan Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU), Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menginisiasi aksi gotong royong membersihkan Stadion Gajayana dan area sekitarnya pada Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini melibatkan seluruh insan pendidikan di wilayah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Malang Raya.

Oplus 131072

Berbagai unsur pendidikan turut berpartisipasi dalam aksi ini, mulai dari guru, murid, kepala sekolah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin), hingga staf Cabdin Malang Raya. Mereka bekerja sama erat dengan petugas kebersihan dan relawan, melakukan penyisiran menyeluruh di setiap sudut stadion agar lingkungan kembali bersih, rapi, serta siap digunakan kembali setelah menjadi lokasi kegiatan besar yang dihadiri oleh ribuan jamaah.

Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa kegiatan bersih-bersih ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar menjaga kebersihan fasilitas publik. Menurutnya, ini merupakan bentuk edukasi dan keteladanan langsung bagi peserta didik, di mana momentum pasca kegiatan keagamaan seperti Mujahadah Kubro dapat dijadikan sarana untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Nilai-nilai yang diajarkan dalam kegiatan keagamaan harus tercermin dalam tindakan nyata. Melalui gotong royong ini, kami ingin memberikan contoh bahwa menjaga kebersihan dan merawat fasilitas umum adalah tanggung jawab bersama,” ujar Aries saat sedang mengawasi pelaksanaan kegiatan.

Suasana kebersamaan dan semangat kerja sama terasa sangat kental selama proses pembersihan berlangsung. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi saat memunguti sampah, sementara para guru dan kepala sekolah fokus mengoordinasikan pekerjaan di berbagai titik yang telah ditentukan. Kacabdin Malang Raya juga terlihat aktif mendampingi setiap tahapan dan memastikan kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, serta efektif.

Aksi kebersihan ini mendapatkan apresiasi positif dari berbagai kalangan, yang menyatakan bahwa kegiatan tersebut mampu memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat. Selain itu, hal ini juga menjadi wujud konkrit dalam penanaman karakter positif bagi generasi muda, khususnya terkait nilai gotong royong, kepedulian lingkungan, serta rasa memiliki terhadap fasilitas publik yang digunakan bersama.

Setelah kegiatan selesai, Stadion Gajayana kembali terlihat tertata rapi dan siap untuk digunakan dalam berbagai aktivitas masyarakat. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap semangat kolaborasi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh insan pendidikan Malang Raya dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah-daerah lain dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan pasca pelaksanaan kegiatan berskala besar.(DN)

Leave a Reply