Screenshot 20260204 202223~2

Fasum Diduga Dirampas Jadi Aset Pribadi, Bau Busuk Kekuasaan Kepala Desa Sidojangkung Menyengat

Dari Aset Publik ke Kantong Pribadi: Dugaan Permainan Kotor Kades dan Perangkat Desa Sidojangkung Terkuak

Petok D Diduga Jadi Senjata Gelap, Fasum Sidojangkung Diduga Dijarah Oknum Kepala Desa

Skandal Tanah Desa Menganti: Fasum Hilang, Nama Kades dan Kasun Sidojangkung Disorot Tajam

Sunyi yang Mencurigakan: Kepala Desa Sidojangkung Diduga Bungkam Saat Fasum Berubah Jadi Milik Pribadi

Gresik || Koran Merah Putih –

Bau Busuk Kekuasaan Desa Tercium Menyengat: Fasum Diduga Dirampas, Kepala Desa dan Perangkat Disorot Tajam

Aroma busuk dugaan perampasan aset publik kian menyengat dari balik kantor pemerintahan desa. Di Desa Sidojangkung, skandal tanah fasilitas umum (fasum) mencuat ke permukaan dengan wajah yang mengerikan, lahan yang semula tercatat sah sebagai milik pengembang PT RJK, kini diduga beralih secara gelap menjadi milik pribadi oknum Kepala Desa dan Kepala Dusun (Kasun).

Perubahan status tanah ini bukan sekadar kesalahan administrasi. Ini adalah tamparan keras bagi akal sehat publik dan indikasi kuat permainan kotor di jantung kekuasaan desa.

Dalam sebuah pertemuan resmi yang melibatkan perwakilan Badan Pertanahan Nasional, Dinas Perizinan, Camat Menganti, Kepala Desa Sidojangkung, serta manajemen PT RJK, ditegaskan secara gamblang bahwa status awal tanah tersebut adalah milik PT RJK, sebagaimana tercantum dalam site plan resmi Perumahan Wisma Sidojangkung Indah (WSI).

Namun pertanyaan yang kini menggantung dan menampar nurani publik adalah siapa yang memberi kuasa mengubah fasum menjadi milik pribadi ?, atas dasar hukum apa tanah publik bisa “disulap” menjadi aset individu penguasa desa?.

Skandal ini semakin mengerikan ketika muncul pengakuan bahwa sejumlah bidang tanah diduga diperjualbelikan menggunakan surat Petok D, sebuah dokumen desa yang secara hukum tidak bisa mengalahkan status SHGB maupun site plan pengembang.

BP, salah satu pihak yang hadir dalam pertemuan, secara tegas menyatakan bahwa lahan tersebut sejatinya adalah fasum yang wajib diserahkan ke pemerintah daerah, bukan untuk dikapling menjadi harta pribadi.

“Jika fasum berubah menjadi milik pribadi tanpa dasar hukum yang sah, ini bukan persoalan sepele. Ini dugaan penyalahgunaan kewenangan yang serius dan harus dibuka ke publik,” tegasnya.

Ketika awak media mencoba meminta klarifikasi langsung kepada Kepala Desa Sidojangkung dan Kasun Darmaji, publik justru disuguhi jawaban dingin, singkat, dan terkesan menantang hukum.

“Silakan ditulis.” Jawabnya singkat

Tak ada penjelasan hukum,Tak ada dokumen, Tak ada klarifikasi administratif, Sikap ini dinilai bukan sekadar abai, melainkan indikasi keangkuhan kekuasaan yang merasa kebal dari pengawasan publik.

Seorang narasumber yang pernah menjadi marketing, sebut saja Sell, membeberkan fakta yang membuat bulu kuduk merinding.

“Saya dulu banyak menjual tanah itu lewat Puji dari BTN Bangkalan. Saya dapat fee. Tapi sampai sekarang banyak tanah yang tidak bisa disertifikatkan,” ungkapnya.

Sell mengaku heran bagaimana Petok D bisa muncul dari desa, padahal kawasan tersebut secara resmi telah berstatus SHGB milik pengembang.

“Sampean tahu sendirilah bagaimana Kades Sidojangkung,” imbuhnya, dengan nada getir.

Pengakuan ini memperkuat dugaan bahwa kantor desa diduga menjadi dapur gelap produksi dokumen, demi melancarkan jual beli tanah yang cacat hukum.

Atas kekacauan ini, tim media mendesak Inspektorat Kabupaten Gresik, BPN, dan Aparat Penegak Hukum untuk turun tangan tanpa kompromi.

Audit menyeluruh harus dilakukan terhadap, alas hak tanah, proses pengukuran dan sertifikasi, rekomendasi administratif desa, serta pihak-pihak yang diuntungkan

“Fasum tidak bisa berubah jadi milik pribadi secara ajaib. Jika ini dibiarkan, maka desa telah berubah menjadi ladang perampokan legal berkedok administrasi,” tegas salah satu sumber.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Sidojangkung masih bungkam, tanpa keterangan resmi lanjutan.

Dan dalam hukum, diamnya pejabat publik di tengah skandal besar sering kali berbicara lebih

Leave a Reply