Utamakan Keselamatan, Pelindo Regional 3 Bergerak Sigap Evakuasi Kapal Pacific 88

Img 20260202 wa0054

SURABAYA —KORAN MERAH PUTIH Keheningan di Pelabuhan Tanjung Perak pecah saat fajar menyingsing, Senin (02/02/2026). Dermaga Jamrud Selatan, yang biasanya sibuk dengan aktivitas logistik, mendadak lumpuh total setelah Kapal Kargo Pacific 88 mengalami kegagalan stabilitas fatal saat proses bongkar muat (BM) berlangsung. Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ini memaksa otoritas pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 3, bergerak dalam skala operasi darurat.

Kronologi Petaka Dini Hari
Peristiwa bermula saat crane pelabuhan tengah bekerja memindahkan muatan. Secara tak terduga, kapal Pacific 88 kehilangan keseimbangan dan mengalami kemiringan ekstrem ke arah dermaga (darat). Guncangan hebat tersebut mengakibatkan puluhan peti kemas yang tersusun di dek kapal terjun bebas ke dalam kolam pelabuhan. Suara dentuman peti kemas yang menghantam air laut terdengar hingga radius jauh, menciptakan gelombang yang membahayakan operasional di sekitarnya.

Pihak Pelindo Regional 3 langsung bertindak preventif dengan menghentikan seluruh detak operasional di Dermaga Jamrud Selatan. Area kejadian kini telah disterilisasi guna menghindari risiko lanjutan, mengingat posisi kapal yang masih belum stabil.

Operasi SAR: Mencari Pekerja yang Hilang
Di balik kerugian material yang besar, situasi kemanusiaan menjadi prioritas utama. Satu orang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dilaporkan hilang sesaat setelah kapal mulai miring. Diduga korban terjebak atau terjatuh ke laut saat material muatan mulai bergeser.

Saat ini, kekuatan penuh dari tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud Polda Jatim, dan internal Pelindo telah dikerahkan. Tim penyelam diterjunkan ke dasar kolam pelabuhan untuk menyisir area di bawah bangkai peti kemas yang tenggelam. Kapal-kapal patroli dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) juga tampak bersiaga memantau setiap pergerakan struktur kapal yang masih miring guna menjamin keamanan tim penyelamat.

Dampak Logistik dan Investigasi Mendalam
Selain upaya pencarian korban, tim teknis mulai memetakan koordinat peti kemas yang tenggelam agar tidak mengganggu alur navigasi kapal lain yang akan bersandar di Tanjung Perak. Terkait penyebab pasti, pihak berwenang bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dilaporkan akan segera melakukan audit menyeluruh terhadap prosedur pemuatan (stowage plan) dan kondisi teknis kapal Pacific 88.

“Keamanan adalah harga mati. Kami tidak akan membuka kembali operasional di titik ini sampai kondisi dinyatakan benar-benar clear dan prosedur keselamatan terpenuhi secara absolut,” ujar perwakilan manajemen Pelindo Regional 3 dalam siaran persnya.

Sebagai tulang punggung logistik nasional yang mengelola pelabuhan di 32 provinsi, Pelindo berkomitmen untuk menjaga transparansi penuh atas hasil investigasi ini. Insiden ini menjadi evaluasi besar bagi seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan untuk terus memperketat pengawasan keselamatan kerja (K3) demi menjamin kelancaran arus barang nasional tanpa mengabaikan keselamatan jiwa para pekerja.(DN)

Leave a Reply