Memetik Hikmah Isra Mi’raj: DWP Rutan Surabaya Perkuat Spiritualitas dan Kepedulian Sosial di Sidoarjo
SIDOARJO – KORAN MERAH PUTIH Meneladani perjalanan mulia Nabi Muhammad SAW, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rutan Kelas I Surabaya menggelar peringatan Isra Mi’raj yang sarat akan makna dan nilai kemanusiaan. Kegiatan yang dipusatkan di Sidoarjo pada Jumat (30/1) ini menggabungkan antara penguatan spiritualitas melalui pengajian dan aksi nyata berupa santunan kepada anak yatim.
Agenda ini menjadi ruang bagi para anggota DWP untuk sejenak merenungkan nilai-nilai keagamaan di tengah rutinitas organisasi. Kehadiran 20 anak yatim dari Panti Asuhan Al-Amin memberikan warna tersendiri, mengubah suasana pertemuan rutin menjadi forum penuh kekhusyukan dan rasa syukur yang mendalam.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menekankan bahwa kegiatan ini adalah refleksi dari visi besar instansi yang tidak hanya fokus pada tugas kedinasan, tetapi juga pada pembangunan karakter religius. Bersama Ketua DWP Rutan Surabaya, Ny. Lya Adi Wibowo, ia menegaskan pentingnya menyeimbangkan antara tanggung jawab duniawi dan kepedulian ukhrawi.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang keteguhan iman dan kepatuhan. Melalui momen ini, kami ingin mengajak seluruh anggota DWP untuk menjadikan empati sebagai gaya hidup. Memberikan santunan kepada anak-anak yatim bukan sekadar memberi materi, melainkan menyalurkan kasih sayang dan harapan bagi masa depan mereka,” tutur Tristiantoro.
Puncak haru terjadi saat sesi pemberian bingkisan dan santunan, di mana interaksi hangat antara ibu-ibu DWP dan anak-anak panti asuhan menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental. Hal ini sejalan dengan harapan Ny. Lya Adi Wibowo agar setiap anggota DWP mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.
“Kami berharap semangat berbagi ini tidak berhenti di sini, namun terus mengalir dalam setiap langkah pengabdian kami. Keterlibatan aktif dalam aksi sosial seperti ini adalah bentuk dukungan kami terhadap tugas suami sebagai abdi negara yang humanis,” ungkap Ny. Lya Adi Wibowo.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan perlindungan bagi keluarga besar Rutan Kelas I Surabaya. Kegiatan ini berhasil membuktikan bahwa organisasi istri pegawai publik dapat menjadi motor penggerak kegiatan sosial yang inklusif, sekaligus menjaga marwah nilai-nilai religius dalam setiap kegiatannya.(DN)

