Kerja Sama Beragam Profesi Dorong Reformasi Pertanahan, MASKI Jatim Fokus pada Integrasi Data untuk Kepastian Hukum
SURABAYA – KORAN MERAH PUTIH Upaya memperbaiki tata kelola pertanahan di Jawa Timur terus diperkuat melalui kerja sama lintas profesi. Hal ini terlihat dalam pembukaan Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) Masyarakat Ahli Surveyor Kadaster Indonesia (MASKI) Jawa Timur yang diselenggarakan di Hotel Alana, Surabaya, pada Kamis (29/1).
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur, Asep Heri, menegaskan bahwa kolaborasi antara BPN, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), surveyor berlisensi, serta akademisi menjadi kunci utama untuk mewujudkan tata kelola pertanahan yang tertib, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, tantangan pertanahan yang semakin kompleks tidak dapat diselesaikan secara sektoral, melainkan memerlukan integrasi yang nyata di lapangan.
Muskomwil MASKI Jawa Timur pada kesempatan ini mengusung tema “Integrasi Data Pertanahan Terpadu dengan Sinergi BPN, PPAT, KJSB/Surveyor Berlisensi, dan Akademisi untuk Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pertanahan”. Tema tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat peran surveyor kadaster sebagai garda terdepan dalam penyediaan data pertanahan yang berkualitas.
Dalam sambutannya, Asep Heri menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Muskomwil tersebut. Ia menekankan bahwa tema yang diangkat tidak boleh hanya sebatas pembicaraan, tetapi harus diwujudkan dalam langkah konkret dan berkelanjutan. “Peran MASKI sangat strategis dalam mewujudkan data pertanahan terpadu. Saya berharap MASKI mendapatkan ruang yang lebih luas untuk membantu kami menyelesaikan persoalan kualitas data bidang tanah, khususnya pada KW 4, 5, dan 6,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Survey dan Pemetaan Kanwil BPN Jatim Dony Novantoro, Penata Kadastral Kanwil BPN Jatim, Ketua Umum DPP MASKI, Ketua KJSB, serta akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kehadiran para pemangku kepentingan ini semakin mempertegas semangat kolaborasi lintas profesi dalam mendukung agenda reformasi pertanahan di daerah.
Ketua Umum DPP MASKI, Aziz, dalam kesempatan yang sama memberikan motivasi kepada seluruh anggota MASKI agar semakin aktif berkontribusi. Ia menegaskan kesiapan MASKI, baik di tingkat pusat maupun wilayah Jawa Timur, untuk berjalan berdampingan dengan BPN dalam mendukung berbagai program strategis. “Kami siap mendukung penuh program-program Kakanwil BPN Jawa Timur. Salah satu fokus utama kami adalah membantu percepatan sertifikasi tanah wakaf yang menjadi prioritas di wilayah ini,” ungkapnya.
Melalui Muskomwil ini, MASKI Jawa Timur diharapkan mampu merumuskan program kerja yang selaras dengan visi dan misi BPN. Dengan kolaborasi yang solid antara surveyor berlisensi, PPAT, dan akademisi, diharapkan potensi sengketa pertanahan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus memberikan kepastian hukum yang lebih kuat dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.(DN)

