Rutan Kelas IIB Gresik Dorong Perubahan Positif Melalui Pembagian 1.000 Perlengkapan Ibadah
GRESIK, JAWA TIMUR –KORAN MERAH PUTIH Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik menggelar kegiatan pembagian perlengkapan ibadah kepada warga binaan pada hari Selasa (20/01/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan religius dan mendukung perubahan diri mereka menuju arah yang lebih positif. Sebanyak 500 potong baju koko dan 500 buah peci – total 1.000 unit perlengkapan – disalurkan secara teratur dan merata kepada seluruh warga binaan yang ada di rutan.
Acara yang berlangsung di halaman utama kompleks rutan dipimpin secara langsung oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Anggi Fauzi, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Vendra Hermawan, serta diikuti oleh seluruh jajaran petugas dari berbagai bagian di Rutan Kelas IIB Gresik. Proses penyaluran bantuan dirancang dengan cermat, mulai dari pendataan penerima hingga tahapan distribusi, untuk memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai dengan protokol ketertiban serta keamanan yang berlaku. Petugas pelayanan dan pengamanan bekerja sama erat, membagikan perlengkapan dengan penuh rasa tanggung jawab dan menghormati martabat setiap warga binaan.
Perlengkapan ibadah yang diberikan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan praktis saat melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi daya dorong bagi warga binaan untuk lebih aktif mengikuti kegiatan keagamaan yang rutin diadakan di rutan. Antara lain, kajian agama mingguan, sholat berjamaah di mushola rutan, serta kegiatan spiritual lainnya yang dirancang untuk memperkuat landasan keyakinan dan membentuk pola pikir yang lebih baik. Aspek spiritual ini dianggap sebagai salah satu pilar utama dalam proses pembinaan, karena mampu membantu warga binaan menyadari pentingnya tanggung jawab dan nilai-nilai kebajikan.
Dalam kesempatan tersebut, Anggi Fauzi menyampaikan bahwa kegiatan pembagian perlengkapan ibadah merupakan bentuk nyata dari komitmen Rutan Kelas IIB Gresik dalam memberikan pelayanan yang humanis dan menyeluruh. “Pembinaan di rutan bukan hanya tentang pengawasan dan administrasi, tetapi juga tentang memperhatikan setiap aspek kebutuhan warga binaan – mulai dari fisik hingga spiritual. Dengan mendukung kelancaran mereka dalam menjalankan ibadah, kami ingin menciptakan suasana yang mendukung perubahan diri dan pembentukan karakter yang positif,” jelasnya.
Sementara itu, Vendra Hermawan menegaskan bahwa keselamatan dan ketertiban selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas yang dilaksanakan di lingkungan rutan. “Kerjasama yang solid antara seluruh bagian telah menjadi kunci keberhasilan acara ini. Kami memastikan bahwa setiap langkah dalam kegiatan ini tetap berada dalam bingkai peraturan yang berlaku, sehingga proses pembinaan dapat berjalan dengan maksimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi perkembangan warga binaan,” ucapnya.
Melalui program pembagian perlengkapan ibadah ini, Rutan Kelas IIB Gresik berkomitmen untuk terus mengembangkan suasana pembinaan yang religius, humanis, dan kondusif bagi pertumbuhan pribadi. Tujuan utama dari upaya ini adalah agar setiap warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan makna, memperoleh pembelajaran berharga yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat untuk kembali berintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat sebagai individu yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.(DN)

