Survey Aset Biologis Digelar, Perhutani KPH Jombang Libatkan Tim Penilai Independen KJPP.

Img 20260120 wa0019

 

JOMBANG — KMP || Dalam rangka memastikan keakuratan nilai aset kehutanan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang menerima kunjungan Tim Penilaian Aset dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk melaksanakan Survey Aset Biologis, Selasa (20/1/2026).

Img 20260120 wa0017

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pencatatan aset Perhutani secara profesional.

Pelaksanaan survey melibatkan berbagai pihak, mulai dari Administratur KPH Jombang dan jajarannya, tim Divisi Regional Jawa Timur, Perencanaan Hutan Wilayah (PHW) Jombang, hingga Tim Penilaian Aset KJPP yang datang langsung dari Jakarta. Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan seluruh aspek penilaian berjalan komprehensif dan sesuai ketentuan.

Administratur KPH Jombang, Enny Handayani Y.S., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim KJPP. Ia menegaskan bahwa Perhutani KPH Jombang siap memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan penilaian aset biologis, baik dari sisi data maupun pendampingan lapangan.

“Pelaksanaan survey kami bagi menjadi empat tim agar dapat menjangkau seluruh lokasi secara efektif. Kondisi wilayah yang relatif datar dan sebagian berbukit menjadi keuntungan tersendiri karena memudahkan mobilisasi tim di lapangan,” ungkap Enny.

Menurut Enny, cuaca juga menjadi faktor penting dalam kelancaran survey, mengingat sebagian besar kegiatan dilakukan langsung di lapangan. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tanpa kendala berarti hingga tahap akhir penilaian.

Di sisi lain, Agi Nanda Putra dari Tim KJPP menilai sinergi yang terjalin dengan Perhutani KPH Jombang sangat membantu proses penilaian.

“Ia menjelaskan bahwa objek survey meliputi aset biologis di kawasan hutan dan luar kawasan, seperti hasil tebangan kayu, program ATM (Agroforestri Tebu Mandiri), serta aset fisik berupa bangunan rumah dinas.

Hasil dari survey ini nantinya akan menjadi dasar perhitungan nilai aset biologis yang akurat, sekaligus mendukung transparansi pengelolaan aset Perhutani secara berkelanjutan.

Narasumber: (Kom-PHT/Jbg/Ars)

Jurnalis James J

Leave a Reply