Keberhasilan SAE Paswangi Banyuwangi Hasilkan 3 Ton Semangka – Rutan Gresik Siap Terapkan Model Pembinaan Kemandirian Serupa

Img 20260116 wa0066

Banyuwangi —Koran Merah Putih Kamis (15/1/2026)  Suasana penuh kegembiraan dan semangat kolaboratif menghiasi kompleks Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi ketika menjadi tuan rumah kegiatan Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan yang diikuti oleh Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, sebagai bagian dari jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur. Acara yang menjadi bukti nyata kontribusi lembaga pemasyarakatan dalam pembangunan nasional ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kadiyono, dengan kehadiran kehormatan dari Wakil Bupati Banyuwangi, seluruh komponen Forkopimda Banyuwangi, serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur yang berkumpul untuk merayakan hasil kerja keras dalam mengelola lahan produktif demi kemaslahatan bersama dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan yang diselenggarakan secara sinkron dengan seluruh wilayah Indonesia ini dimulai dengan sesi Zoom Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan yang dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dari Lapas Kelas I Cirebon. Acara virtual yang menghubungkan ribuan peserta dari berbagai penjuru tanah air – mulai dari Sabang hingga Merauke – menjadi wadah penting untuk menyatukan langkah, visi, dan misi seluruh jajaran pemasyarakatan, menjadikan panen raya serentak ini sebagai simbol nyata dari komitmen nasional dalam mendukung ketahanan pangan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Melalui sesi interaktif yang penuh inspirasi ini, Menteri juga menyampaikan arahan strategis terkait peran krusial lembaga pemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta membangun sistem pembinaan yang lebih produktif, inklusif, dan mampu memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Setelah sesi virtual yang penuh makna dan motivasi selesai, Ketua Pelaksana acara sekaligus Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyampaikan laporan rinci dan komprehensif tentang perjalanan panjang pengelolaan lahan yang telah dilakukan sejak awal pendirian fasilitas tersebut. Dalam paparannya yang sangat rinci dan terstruktur, dia menjelaskan bahwa Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi merupakan fasilitas pembinaan terpadu yang terletak di atas lahan seluas 21.559 meter persegi – sebuah hibah berharga dan simbol kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang telah diserahterimakan secara resmi pada tanggal 3 Maret 2020. Sejak saat itu, lahan tersebut telah dikelola dengan penuh dedikasi, profesionalisme, dan kerja sama erat antara tim pembina ahli dari berbagai bidang serta warga binaan yang antusias belajar, dengan tujuan utama untuk memberikan manfaat ganda yang meliputi penyediaan sumber pangan berkualitas tinggi serta sebagai sarana pembelajaran keterampilan hidup yang berharga dan dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Menurut laporan yang disampaikan secara terperinci dan didukung dengan data konkrit, SAE Paswangi dikelola dengan menerapkan konsep pertanian terpadu yang sangat komprehensif dan modern, mencakup berbagai sektor produktif yang saling mendukung. Mulai dari tanaman pangan pokok seperti jagung lokal unggul, kedelai berkualitas tinggi, dan beras lokal yang adaptif dengan kondisi tanah daerah Banyuwangi; sektor hortikultura dengan beragam jenis komoditas sayuran segar dan buah-buahan berkualitas; sektor peternakan dengan memelihara hewan ternak lokal seperti ayam kampung yang kuat terhadap penyakit, kambing etawa yang produktif, dan sapi potong yang memiliki kualitas daging baik; hingga sektor perikanan dengan budidaya ikan air tawar seperti nila merah, lele dumbo, dan gurame yang telah dioptimalkan dalam kolam yang dirancang secara optimal dengan sistem rekultur air yang ramah lingkungan. Pada kesempatan panen raya serentak ini, dilakukan panen khusus pada areal tanam semangka non-biji yang seluas 2.500 meter persegi, yang menghasilkan hasil panen melimpah mencapai sekitar 3 ton buah berkualitas tinggi dengan rasa yang khas, tekstur yang lembut, dan bernilai gizi yang sangat baik. Selain kegiatan panen yang meriah, juga dilakukan upacara penanaman simbolis kacang panjang sebagai bagian dari komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan pengelolaan lahan, yang menunjukkan bahwa program ini dirancang untuk berjalan terus-menerus dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang serta lingkungan sekitar.

Pemanfaatan lahan hibah dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tersebut terus dioptimalkan secara maksimal oleh pihak Lapas Kelas IIA Banyuwangi, tidak hanya dengan tujuan utama untuk mendukung program pembinaan warga binaan dan meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan sendiri. Lebih dari itu, lahan produktif yang dikelola dengan baik ini juga dijadikan sebagai langkah strategis untuk membuka peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kerja sama yang erat dan saling menguntungkan dengan pelaku usaha lokal di Kabupaten Banyuwangi. Kerja sama yang telah terbangun mencakup berbagai aspek, mulai dari pemasaran produk hasil panen yang dilakukan secara langsung maupun melalui platform digital, pembinaan keterampilan usaha dan manajemen bagi warga binaan yang akan keluar nanti agar siap memasuki dunia usaha, serta pengembangan produk olahan yang bernilai tambah tinggi seperti keripik buah, jus segar, dan makanan olahan dari hasil peternakan dan perikanan. Hal ini diharapkan tidak hanya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Banyuwangi serta meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, tetapi juga menciptakan hubungan sinergis yang kuat serta mempererat tali silaturahmi yang hangat antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat sekitarnya.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan acara peresmian resmi yang penuh makna dan harapan terhadap dua fasilitas penting yang diharapkan akan menjadi tonggak kemajuan sistem pemasyarakatan di Provinsi Jawa Timur, yaitu fasilitas SAE Paswangi yang kini beroperasi secara penuh dan optimal serta fasilitas Dapur Sehat yang telah dibangun dengan standar kesehatan dan higienitas yang sangat tinggi sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dapur Sehat ini dirancang secara khusus dengan memperhatikan aspek ergonomi dan keamanan pangan, untuk berfungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan terintegrasi dan pemenuhan gizi yang optimal bagi seluruh warga binaan Lapas Kelas IIA Banyuwangi. Tujuan utama dari fasilitas ini adalah untuk memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan tidak hanya lezat dan menggugah selera, tetapi juga memenuhi standar kesehatan yang ketat, higienitas yang optimal, serta mengandung komposisi gizi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh setiap individu berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan mereka. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan sistem manajemen mutu yang modern dan terkomputerisasi serta dilengkapi dengan peralatan canggih untuk mendeteksi kandungan gizi dan keamanan pangan, menjadikannya contoh terbaik dalam pengelolaan makanan dan gizi di lingkungan pemasyarakatan se-Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, dalam pidatonya yang penuh semangat dan inspiratif menegaskan bahwa pengelolaan fasilitas SAE Paswangi dan Dapur Sehat merupakan bagian krusial dari upaya besar-besaran dalam penguatan pembinaan berbasis produktivitas yang sedang gencar digalakkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Menurutnya, program inovatif ini menjadi wujud nyata dari konsep pemasyarakatan yang semakin berkembang dan berorientasi pada masa depan yang lebih baik, di mana lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan hukum dan pendidikan moral semata. Lebih dari itu, program ini bertujuan untuk membina warga binaan agar tumbuh dan berkembang menjadi individu yang sehat secara fisik dan stabil secara mental, memiliki keterampilan praktis yang berguna untuk kehidupan sehari-hari serta untuk mencari nafkah, serta mampu hidup mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidana. “Kita memiliki visi yang jelas bahwa setiap warga binaan yang keluar dari pemasyarakatan tidak hanya siap untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat, tetapi juga memiliki kapasitas yang memadai untuk memberikan kontribusi positif yang nyata dan berarti bagi kemajuan keluarga mereka sendiri, masyarakat sekitar, dan bangsa Indonesia secara keseluruhan,” tegas Kadiyono dengan penuh keyakinan dan semangat yang membangkitkan semangat seluruh hadirin.

Sementara itu, Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, yang turut menyaksikan langsung proses panen yang meriah serta acara peresmian fasilitas tersebut dengan penuh perhatian, menyatakan bahwa kegiatan Panen Raya Serentak yang berlangsung di Banyuwangi ini telah memberikan inspirasi besar dan wawasan baru bagi pihaknya dalam mengembangkan program pembinaan di Rutan Gresik. Menurutnya, acara ini secara nyata menunjukkan kontribusi nyata dan signifikan dari dunia pemasyarakatan dalam mendukung program nasional ketahanan pangan, serta membuktikan secara konkrit bahwa ruang pemasyarakatan mampu menjadi lokasi yang sangat produktif dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat luas. Eko Widiatmoko juga menegaskan komitmen penuh dari pihak Rutan Gresik untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang selaras dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta sejalan dengan arahan dan tujuan dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. “Kami di Rutan Gresik akan mengambil pelajaran berharga dari keberhasilan luar biasa yang telah dicapai oleh Lapas Banyuwangi melalui program SAE Paswangi. Kami telah merencanakan untuk segera mengembangkan konsep serupa yang disesuaikan dengan kondisi geografis, karakteristik tanah, dan potensi lokal yang ada di Kabupaten Gresik. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk memberikan manfaat yang lebih luas dan nyata bagi warga binaan Rutan Gresik serta turut mendukung perkembangan ekonomi lokal dan ketahanan pangan di daerah kita,” jelas Eko Widiatmoko dengan semangat yang membara dan keyakinan yang kuat terhadap masa depan program pembinaan yang akan dikembangkan di Rutan Gresik.(DN)

Leave a Reply