Rutan Kelas I Surabaya Panen Lele Sebanyak 80 Kg: Bentuk Pembinaan Produktif dan Kepedulian Sosial Pemasyarakatan

Img 20260115 wa0162

Sidoarjo –Koran Merah Putih Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya berhasil melaksanakan kegiatan panen lele pada hari Rabu, 15 Januari 2025, sebagai bagian dari Panen Raya Pemasyarakatan 2025 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Kegiatan berskala nasional ini merupakan inisiatif Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dengan pusat pelaksanaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon dan dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Polisi (Purn) Drs. Agus Andrianto.

Di kompleks Rutan Kelas I Surabaya, proses panen dilakukan secara langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Hengki Giantoro, di area budidaya perikanan yang telah dirancang khusus dalam lingkungan rutan. Kegiatan panen kali ini menghasilkan total sebanyak 80 kilogram ikan lele, yang merupakan hasil nyata dari kerja keras warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui program pembinaan kemandirian yang telah berjalan dengan baik.

Program budidaya lele tersebut dikelola secara teratur oleh Sub Seksi Bimbingan Kegiatan yang berada di bawah koordinasi Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Surabaya. Kegiatan ini dirancang sebagai salah satu model pembinaan berbasis pengembangan keterampilan produktif, yang memiliki tujuan utama untuk membekali warga binaan dengan kemampuan yang dapat mereka gunakan di masa depan, sekaligus menanamkan nilai-nilai rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan etos kerja yang positif selama masa pembinaan mereka di lingkungan pemasyarakatan.

Plh. Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Hengki Giantoro, menyampaikan bahwa panen lele yang dilaksanakan pada kesempatan ini bukanlah hanya sebuah acara simbolis, melainkan menjadi bukti konkrit bahwa upaya pembinaan yang dilakukan di lingkungan pemasyarakatan mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi yang signifikan sekaligus manfaat sosial yang luas. Menurutnya, program pembinaan kemandirian seperti budidaya perikanan ini sejalan dengan arah kebijakan pemasyarakatan nasional yang saat ini lebih menekankan pada aspek pembinaan dan rehabilitasi, bukan hanya berfokus pada fungsi penahanan.

“Melalui kegiatan ini, kami berusaha memberikan pelatihan kepada warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat mereka manfaatkan ketika kembali berinteraksi dan berintegrasi dengan masyarakat luas. Selain itu, hasil kerja keras mereka juga dapat memberikan manfaat yang nyata bagi orang lain yang membutuhkan,” ujar Hengki Giantoro dalam pidatonya saat acara panen.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa hasil panen lele yang diperoleh akan dimanfaatkan secara optimal; sebagian digunakan untuk mendukung keberlanjutan program pembinaan di masa mendatang melalui penjualan yang dilakukan secara teratur, sementara sebagian besar lainnya akan disalurkan sebagai bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir di beberapa provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penyaluran bantuan ini dilakukan berdasarkan arahan langsung dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sebagai bentuk nyata dari kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan yang menjadi nilai dasar bagi seluruh jajaran institusi pemasyarakatan di Indonesia.

Kegiatan Panen Raya Pemasyarakatan 2025 ini menjadi tonggak penting dalam menunjukkan perubahan transformatif yang terjadi pada sistem pemasyarakatan Indonesia, yang kini semakin berorientasi pada pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak positif secara langsung bagi masyarakat. Melalui program ini, warga binaan tidak hanya dibekali kemampuan untuk mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan masa pembinaan, tetapi juga diajak untuk berkontribusi aktif dalam membantu sesama, sehingga nilai-nilai kemanusiaan dan empati tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan baik meskipun mereka berada di balik tembok rutan.

Dengan suksesnya pelaksanaan panen lele ini, Rutan Kelas I Surabaya kembali menegaskan komitmennya yang teguh dalam mendukung seluruh program strategis yang dicanangkan oleh Kemenimipas dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dengan tujuan utama untuk menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, dan memberikan manfaat yang nyata bagi semua pihak terkait. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan diperluas ke berbagai sektor produktif lainnya, menjadi sarana pembinaan yang mampu menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan, baik bagi perkembangan pribadi warga binaan maupun untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat secara luas.(DN)

Leave a Reply