JAGA KESEHATAN WARGA BINAAN DAN PETUGAS, RUTAN KELAS I SURABAYA BERSAMA PUSKESMAS MEDAENG GELAR PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN KOMPREHENSIF

Oplus 131072

SIDOARJO, 10 JANUARI 2025 –KORAN MERAH PUTIH Dengan fokus utama menjaga kondisi kesehatan dan kesejahteraan seluruh komponen di dalam kompleks, Rutan Kelas I Surabaya telah melaksanakan serangkaian program kesehatan lingkungan komprehensif bekerja sama dengan Puskesmas Medaeng pada hari Jumat, 10 Januari 2025. Kegiatan yang diselenggarakan seiring dengan memasuki musim penghujan ini mencakup pelaksanaan fogging terpadu dan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi lingkungan, serta diperkuat dengan program berkelanjutan yang akan terus dijalankan untuk memastikan lingkungan rutan tetap bersih, aman, dan sehat.

Musim penghujan selalu menjadi periode yang membutuhkan antisipasi khusus, mengingat risiko peningkatan kasus penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti demam berdarah dengue, malaria, dan chikungunya cenderung meningkat signifikan. Kondisi alam yang lembab serta potensi terjadinya genangan air di berbagai tempat menjadi faktor pendukung utama bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan nyamuk yang cepat. Menyadari urgensi hal ini, pihak manajemen Rutan Kelas I Surabaya mengambil langkah proaktif dengan menjalin kerja sama erat dengan Puskesmas Medaeng, guna melaksanakan tindakan pencegahan yang terencana dan terstruktur sebelum masalah kesehatan muncul dan mengganggu proses pembinaan serta aktivitas sehari-hari di dalam rutan.

Pelaksanaan fogging dilakukan dengan pendekatan menyeluruh dan terarah di seluruh area penting dalam kompleks Rutan Kelas I Surabaya. Area sasaran mencakup seluruh blok hunian yang menjadi tempat tinggal warga binaan, ruang kerja dan kantor administrasi bagi petugas pemasyarakatan, hingga lingkungan sekitar rutan meliputi jalur pejalan kaki, area parkir, taman, zona hijau, serta semua sudut yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Tim teknisi dari Puskesmas Medaeng yang telah memiliki sertifikasi resmi dan pengalaman terkait dalam pelaksanaan fogging menjalankan tugasnya dengan kehati-hatian dan ketelitian tinggi, memastikan bahwa setiap area yang menjadi sarang potensial nyamuk dapat tercakup secara optimal. Selama proses pelaksanaan, berbagai protokol keamanan juga diterapkan secara ketat – mulai dari penggunaan alat pelindung diri yang sesuai hingga pemantauan berkala terhadap dampak kegiatan terhadap kesehatan manusia dan ekosistem sekitar – untuk memastikan tidak ada efek samping yang membahayakan bagi siapa pun maupun lingkungan.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan usai kegiatan berlangsung, Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menekankan bahwa upaya fogging yang dilakukan bukanlah tindakan yang dilakukan secara sepihak atau hanya sebagai rutinitas tahunan biasa. “Kegiatan fogging hari ini adalah bagian integral dari rangkaian antisipasi dini yang telah direncanakan secara matang dan menyeluruh jauh sebelum musim penghujan tiba. Kami sangat menyadari bahwa tindakan pencegahan adalah langkah terbaik dan paling efektif untuk menghadapi potensi ancaman kesehatan yang mungkin muncul seiring dengan datangnya musim penghujan. Oleh karena itu, kegiatan ini bukan hanya bersifat sementara atau satu kali, melainkan merupakan bentuk komitmen nyata kami untuk menjaga lingkungan rutan tetap kondusif, aman, dan mendukung kesehatan bagi semua penghuni serta pekerja yang berada di sini,” ujarnya dengan tegas dan penuh kesungguhan.

Tak hanya berhenti pada pelaksanaan fogging, pihak Rutan Kelas I Surabaya juga bekerja sama erat dengan tim kesehatan dari Puskesmas Medaeng untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi lingkungan dan seluruh blok hunian di dalam rutan. Pemeriksaan ini memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi serta meniadakan setiap potensi sumber genangan air, yang merupakan faktor utama dalam perkembangbiakan nyamuk. Beberapa poin fokus pemeriksaan meliputi saluran pembuangan air hujan yang berpotensi tersumbat oleh sampah atau material lain, tempat penampungan air minum yang tidak tertutup dengan rapat, wadah bekas seperti ember, kaleng, botol plastik, dan barang bekas lainnya yang berpotensi menampung air hujan, lubang tanah yang belum terisi dan dapat menampung air, hingga area penyimpanan barang bekas yang jarang diperiksa dan berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Setiap temuan genangan air atau tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk segera ditangani dengan tindakan yang tepat dan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku nasional. Genangan air yang tidak diperlukan langsung dibuang dan area sekitarnya dibersihkan secara menyeluruh agar tidak lagi dapat menampung air. Sedangkan untuk tempat penampungan air yang memang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti bak penampungan air minum, sumur, dan tempat penyimpanan air lainnya, diberi penutup yang kedap udara atau diolah dengan menggunakan obat larva yang telah teruji aman dan sesuai dengan standar kesehatan untuk manusia. Selain itu, pihak manajemen rutan juga memberikan arahan serta pembinaan secara langsung kepada seluruh petugas dan warga binaan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal dan kerja mereka, serta mengajak mereka untuk aktif berpartisipasi dengan segera melaporkan adanya genangan air atau kondisi lain yang berpotensi menjadi sarang nyamuk kepada petugas terkait agar dapat ditangani dengan cepat.

Tristiantoro Adi Wibowo selanjutnya menjelaskan bahwa serangkaian upaya pencegahan yang telah dilakukan ini merupakan bagian dari program kesehatan lingkungan berkelanjutan yang akan terus dikembangkan dan diimplementasikan oleh Rutan Kelas I Surabaya bersama Puskesmas Medaeng. “Kami memiliki komitmen yang sangat kuat untuk menjaga lingkungan Rutan Kelas I Surabaya tetap bersih, sehat, dan terbebas dari ancaman penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Program ini tidak akan berhenti hanya ketika musim penghujan usai, melainkan akan terus berlanjut sebagai bagian dari manajemen kesehatan lingkungan yang menjadi rutinitas penting kami sepanjang tahun. Selain itu, kami juga akan terus menyelenggarakan kegiatan penyuluhan dan edukasi secara berkala kepada seluruh elemen di dalam rutan – baik petugas maupun warga binaan – tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta memberikan pemahaman tentang cara-cara efektif dan praktis yang dapat dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk di sekitar kita,” jelasnya dengan penuh semangat dan optimisme.

Pihak Puskesmas Medaeng yang turut serta aktif mendukung pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan ini menyampaikan bahwa kerja sama yang terjalin dengan Rutan Kelas I Surabaya merupakan bagian penting dari upaya mereka untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas. Meskipun Kepala Puskesmas Medaeng tidak dapat menghadiri kegiatan secara langsung, ia menyampaikan sambutan hangat dan dukungan penuh melalui wakilnya yang hadir pada kesempatan tersebut. Wakil Kepala Puskesmas Medaeng menyampaikan bahwa tim kesehatan dari puskesmas siap memberikan dukungan teknis yang komprehensif, sumber daya yang diperlukan, serta melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi kesehatan dan lingkungan di dalam Rutan Kelas I Surabaya. Selain itu, puskesmas juga siap memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan pengobatan yang optimal serta terstandarisasi bagi seluruh warga binaan maupun petugas yang mengalami gejala penyakit yang terkait dengan gigitan nyamuk.

Upaya kolaboratif yang dilakukan antara Rutan Kelas I Surabaya dan Puskesmas Medaeng ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung dan nyata bagi kesehatan seluruh penghuni dan pekerja di rutan, tetapi juga dapat menjadi contoh yang inspiratif dan dapat diteladani bagi institusi lain dalam melaksanakan langkah-langkah pencegahan kesehatan yang proaktif, komprehensif, dan berkelanjutan. Dengan menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari sarang nyamuk, diharapkan tidak hanya dapat mencegah penyebaran berbagai penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup serta produktivitas seluruh warga binaan dan petugas pemasyarakatan di Rutan Kelas I Surabaya. Hal ini diharapkan akan membuat proses pembinaan dan rehabilitasi dapat berjalan dengan lebih lancar dan efektif, sehingga dapat mencapai tujuan utama yaitu menghasilkan individu yang sehat secara fisik dan mental serta siap kembali berintegrasi dengan masyarakat dengan baik.(DN)

Leave a Reply