Tetap Menjadi Cahaya: Pengabdian Tulus dr. Andre Yulius bagi Masyarakat Sidoarjo
Sidoarjo, Minggu 4 Januari 2026 —Koran Merah Putih Di tengah perjalanan waktu yang tak selalu ramah, selalu ada sosok yang memilih bertahan untuk memberi terang. Seperti matahari yang setia menjalankan perannya—meski harus terbakar demi kehidupan—begitulah dr. Andre Yulius menapaki jalan pengabdian bagi masyarakat Sidoarjo. Ia hadir tanpa hiruk-pikuk, namun dampaknya terasa nyata: menghadirkan cahaya kebajikan yang terus menyala.
Dalam realitas sosial yang terus berubah dan tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, dr. Andre Yulius tampil sebagai figur laki-laki tangguh dengan pandangan jauh ke depan. Ia bukan sekadar tenaga medis, melainkan sosok dokter idola rakyat yang menempatkan kemanusiaan sebagai fondasi utama setiap tindakan. Baginya, profesi adalah panggilan, dan pengabdian adalah tanggung jawab moral.
Menghidupkan Nilai Kemanusiaan dalam Pelayanan
Bagi dr. Andre Yulius, pelayanan kesehatan tidak cukup dilakukan dengan kecakapan ilmu semata. Prinsip yang ia pegang teguh adalah melihat, mendengar, dan berbuat. Ia meyakini bahwa kehadiran seorang dokter harus mampu membaca realitas sosial, mendengar keluh kesah masyarakat, serta berani bertindak untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Dalam keseharian, ia dikenal dekat dengan masyarakat tanpa sekat. Tidak ada perbedaan perlakuan berdasarkan latar belakang ekonomi, sosial, maupun status. Setiap pasien diperlakukan sebagai manusia yang utuh—dengan rasa sakit, harapan, dan martabat yang harus dijaga. Ketulusan inilah yang membuat dr. Andre Yulius mendapatkan tempat istimewa di hati warga Sidoarjo.
Visi Lurus untuk Masa Depan yang Lebih Sehat
Sebagai sosok visioner, dr. Andre Yulius memandang kesehatan sebagai bagian penting dari pembangunan jangka panjang. Ia tidak hanya fokus pada penyembuhan, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan, pembentukan pola hidup sehat, serta penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga diri dan lingkungan.
Visi yang ia bawa selalu berpijak pada nilai-nilai lurus: kejujuran dalam tindakan, keberanian dalam mengambil keputusan, serta tanggung jawab sosial terhadap sesama. Ia meyakini bahwa kebajikan bukanlah sekadar kata-kata indah, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang konsisten.
Menjadi Terang Tanpa Harus Bergemuruh
Dalam perjalanannya, dr. Andre Yulius menyadari bahwa jalan kebajikan tidak selalu mudah. Kritik, tantangan, dan pengorbanan pribadi kerap menjadi bagian dari proses. Namun seperti matahari yang tetap bersinar tanpa menuntut pujian, ia memilih untuk terus memberi manfaat tanpa harus menjadi sorotan.
Baginya, terang sejati tidak harus gaduh. Cukup hadir secara konsisten, memberi kehangatan, dan membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Simbol Harapan bagi Sidoarjo
Bagi masyarakat Sidoarjo, dr. Andre Yulius telah menjelma menjadi simbol harapan—bahwa masih ada figur pelayanan publik yang bekerja dengan hati, berpikir jauh ke depan, dan tidak lelah menanamkan nilai kebajikan. Sosok yang membuktikan bahwa ketangguhan lahir dari integritas, dan kepemimpinan sejati tumbuh dari kepedulian.
Pada Minggu, 4 Januari 2026 ini, pesan itu kembali menggema:
bahwa untuk menjadi terang, seseorang harus siap menghadapi panasnya pengorbanan. Namun dari sanalah, cahaya kebaikan akan terus hidup dan menerangi banyak jalan.
Lurus dalam visi.
Kuat dalam pengabdian.
Berkebajikan untuk sesama.
Itulah perjalanan dan pengabdian dr. Andre Yulius untuk Sidoarjo.(DN)

