Awal Tahun 2026, Karutan Kelas I Surabaya Ajak Warga Binaan Perkuat Budaya Tertib dan Kepedulian Lingkungan

Incollage 20260102 115633182

Sidoarjo –Koran Merah Putih Jumat (2/1/2026) Memasuki awal tahun 2026, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, kembali menegaskan pentingnya peran serta seluruh warga binaan pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan hunian yang bersih, aman, dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan secara langsung melalui kegiatan pengarahan yang digelar di Blok Chandrapura Rutan Kelas I Surabaya, Jumat (2/1/2026).

Pengarahan ini menjadi momentum awal bagi Rutan Surabaya untuk menanamkan kembali nilai-nilai kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama sejak awal tahun. Tristiantoro menegaskan bahwa terciptanya lingkungan rutan yang tertib dan kondusif tidak dapat hanya mengandalkan peran petugas, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif serta partisipasi aktif seluruh warga binaan.

“Lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman adalah cerminan dari kepedulian bersama. Jika warga binaan dan petugas saling mendukung, maka suasana rutan akan lebih kondusif dan proses pembinaan bisa berjalan dengan baik,” ujar Tristiantoro di hadapan warga binaan Blok Chandrapura.

Ia menjelaskan bahwa kondisi hunian yang tertib dan terjaga akan sangat berpengaruh terhadap efektivitas program pembinaan. Lingkungan yang aman dan bersih diyakini mampu menciptakan ketenangan psikologis bagi warga binaan, sehingga mereka dapat mengikuti berbagai kegiatan pembinaan dengan lebih fokus, disiplin, dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Kelas I Surabaya juga menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan. Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang mengedepankan pelayanan humanis, profesional, dan berorientasi pada pembinaan serta perubahan perilaku warga binaan.

Selain menyampaikan pengarahan, kegiatan tersebut juga diisi dengan dialog terbuka antara Kepala Rutan dan warga binaan. Melalui sesi ini, warga binaan diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun keluhan terkait pelayanan dan kondisi hunian. Tristiantoro menilai komunikasi dua arah menjadi sarana penting untuk membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan.

“Kami ingin mendengar langsung suara warga binaan. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di Rutan Surabaya,” ungkapnya.

Tristiantoro juga menekankan bahwa keterlibatan aktif warga binaan tidak hanya berdampak pada kebersihan dan kenyamanan lingkungan, tetapi turut berperan besar dalam menjaga stabilitas keamanan rutan. Dengan meningkatnya kesadaran dan rasa tanggung jawab bersama, potensi terjadinya gangguan keamanan dapat ditekan sejak dini.

Pengarahan yang dilaksanakan di Blok Chandrapura ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara petugas dan warga binaan dalam mewujudkan lingkungan rutan yang aman, tertib, dan manusiawi. Kepala Rutan berharap semangat kebersamaan dan kedisiplinan yang ditanamkan di awal tahun 2026 dapat terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di dalam rutan.

“Dengan kebersamaan, kedisiplinan, dan saling menghormati, kita bisa menciptakan Rutan Surabaya yang aman, nyaman, dan mendukung keberhasilan pembinaan,” pungkas Tristiantoro.

Melalui langkah-langkah tersebut, Rutan Kelas I Surabaya terus berkomitmen menghadirkan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif sebagai bagian dari upaya memberikan pembinaan yang berkualitas, berkelanjutan, serta berorientasi pada perubahan positif dan reintegrasi sosial warga binaan.(DN)

Leave a Reply